ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA BLOG DOSEN YAITU Bpk. WAHYUDI EL
PANGGABEAN
NAMA :
JUSMIDAR
KELAS :
5/A
NPM : 126211518
1.
Pada
tataran fonologi
Ø Penghilangan fonem /s/
Pada kalimat yang di tulis oleh Bpk. Wahyudi El Panggabean ada
suatu kesalahan yaitu pada kata intansi, yang seharusnya adalah instansi.
Instansi
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI; 540; 2008) adalah n 1 badan
pemerintah umum (spt jawatan, kantor): kejadian (pelanggaran, penemuan,dsb) itu
harus secepatnya dilaporkan kepada—yang berwenang; 2 huk tingkatan
(pengadilan); tahap (dl rapat dsb). Sedangkan kata intansi tidak mempunyai arti
dalam KBBI.
Lafal
tidak baku
Suatu hari, saya ditelepon
seorang pejabat intansi teknis
bidang kebinamargaan.
Lafal baku
Suatu hari, saya ditelepon
seorang pejabat instansi teknis
bidang kebinamargaan.
Ø Perubahan
fonem konsonan
Pada
kalimat “katanya mengawali tofik baru perbincangan”, adanya suatu kesalahan
yaitu pada kata “tofik”. Pada kata tofik tersebut adanya suatu perubahan fonem
/p/ menjadi fonem /f/.
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI; 1481; 2008) topik adalah n 1 pokok pembicaraan dalam diskusi,
ceramah, karangan, dsb. Bahan diskusi: masalah yang akan menjadi – sidang DPA
ke-4 tahun itu ialah “pemerataan dl pembangunan Regional dan Perdesaan”. 2 hal
yang menarik perhatian umum pd waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan;
Sedangkan tofik tidak mempunyai
arti atau makna.
Ø Penambahan
vokal /e/
Pada
kalimat “Sebagai seorang yang sudah puluhan tahun menekuni dunia pers saya
meminta dia agar berperang meelawan wartawan nakal”, Adanya suatu kesalahan yaitu penambahan fonem /e/ pada kata
/meelawan/ yang seharusnya ditulis /melawan/. Kata dasar melawan adalah lawan
yang mana Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBi; 796; 2008) lawan adalah 1 n
imbangan; tandingan; bandingan; permata seindah ini payah dicari—nya; 2 n
pasangan; teman; wanita—nya mengibing terus mendampinginya semalaman; sedangkan
melawan adalah v 1 menghadapi (berperang, bertinju, bergulat, dsb): 2
menentang; menyalahi; siapa yg berani—perintahnya berarti – hukum, 3 bersaing
lebih mudah dp yang lain; 4 melayani; mengajak; 5 mencegah; menghilangkan;
menjauhkan;
Ø Penghilangan fonem /e/
Pada
kalimat “Buku ini hanya menawarkan strtagi jitu menghadapi wartawan
berikut cara-cara intlek dan
profesional”, Adanya suatu
kesalahan yaitu penghilangan fonem /e/ pada kata intlek yang seharusnya ditulis
intelek. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI; 541; 2008) intelek adalah 1
n daya atau proses pemikiran yang lebih tinggi yg berkenaan dng pengetahuan;
daya akal budi; kecerdasan berpikir; 2 a terpelajar; cendikia; kaum;. Jadi,
bahasa baku nya adalah Buku ini hanya menawarkan strtagi
jitu menghadapi wartawan berikut cara-cara intelek dan profesional.
2.
Tataran
Sintaksis
Ø Penggunaan istilah asing
Penggunaan
bahasa Indonesia yang memiliki kemahiran menggunakan bahasa asing tertentu
sering menyelipkan istilah asing dalam pembicaraan atau tulisannya.
Kemungkinannya adalah pemakai bahasa itu ingin memperagakan kebolehannya atau
bahkan ingin memperlihatkan kesarjanaannya atau keintelektualannya pada
khalayak.
Lafal
tidak baku
Sebagai seorang teman ia
mengajak “coffe-morning”.
Lafal baku
Sebagai seorang teman ia
mengajak “kopi pagi”.
Pada kalimat di atas belum tentu
dapat dipahami oleh orang yang berpendidikan rendah karena pada kalimat-kalimat
tersebut terdapat istilah bahasa asing yang tidak dipahami. Akan lain
halnya jika istilah asing yang dicetak
miring di atas diganti dengan istilah bahasa Indonesia.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAda abaiknya Anda Jusmidar sebagai ahli Bahsa Indonesia memperbaiki kemampuan berhasa Anda bau Anda mengenalisis kesalahan berbahasa orang lain. Sebab, saya melihat kemampuan berhasa And ajuga masih sangaat layak dipertanyakan. Apalagi, nda harus meneyebarkan masalah ini di internet....
BalasHapus