Kamis, 20 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENERAPAN KAIDAH EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DALAM LATAR BELAKANG SKRIPSI



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENERAPAN KAIDAH EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DALAM LATAR BELAKANG SKRIPSI
NAMA            : JUSMIDAR
KELAS           : 5 A
 NPM              : 126211518
1.      EJAAN
Selama ini orang umumnya berpendapat bahwa ejaan hanya berkaitan dengan cara mengeja suatu kata. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996: 250) ejaan didefinisikan sebagai kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.
Berikut ini berturut-turut akan dikemukakan kesalahan dalam penerapan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), diantaranya meliputi:
a.       Kesalahan penulisan huruf besar atau huruf kapital
b.      Kesalahan penulisan huruf miring
c.       Kesalahan penulisan kata
d.      Kesalahan memenggal kata
e.       Kesalahan penulisan lambang bilangan
f.       Kesalahan penulisan unsur serapan
g.      Kesalahan penulisan tanda baca
Namun, dalam penganalisisan ini saya hanya menemukan satu kesalahan diantaranya kesalahan penulisan huruf besar atau huruf kapital.
A.    Kesalahan penulisan huruf pertama pada kata tugas seperti, di, ke, dari, untuk, yang, dan, atau, dan dalam pada judul buku, majalah, surat kabar, dan karangan yang tidak terletak pada posis awal.
Misalnya:
            Kaidah bahasa Indonesia yang benar adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan; kecuali kata tugas seperti: di, ke, dari, untuk, yang, dan, atau, dan dalam yang tidak terletak pada posisi awal. Namun pada contoh diatas terdapat suatu kesalahan yaitu tidak menggunakan huruf kapital pada awal tulisan yang seharusnya ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada awal kata yang telah di dahului tanda titik.


pada gambar diatas juga mengalami kesalahan seperti pembahasan yang diatas yaitu penulisan huruf kapital yang tidak sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Seharusnya penulisan huruf kapital pada awal kata harus menggunakan huruf kapital apalagi huruf pertama setelah tanda titik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar