ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENERAPAN KAIDAH EJAAN BAHASA
INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DALAM LATAR BELAKANG SKRIPSI
NAMA : JUSMIDAR
KELAS : 5 A
NPM :
126211518
1.
EJAAN
Selama
ini orang umumnya berpendapat bahwa ejaan hanya berkaitan dengan cara mengeja
suatu kata. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996: 250) ejaan didefinisikan
sebagai kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan
sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.
Berikut
ini berturut-turut akan dikemukakan kesalahan dalam penerapan kaidah Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), diantaranya meliputi:
a.
Kesalahan
penulisan huruf besar atau huruf kapital
b.
Kesalahan
penulisan huruf miring
c.
Kesalahan
penulisan kata
d.
Kesalahan
memenggal kata
e.
Kesalahan
penulisan lambang bilangan
f.
Kesalahan
penulisan unsur serapan
g.
Kesalahan
penulisan tanda baca
Namun,
dalam penganalisisan ini saya hanya menemukan satu kesalahan diantaranya
kesalahan penulisan huruf besar atau huruf kapital.
A.
Kesalahan
penulisan huruf pertama pada kata tugas seperti, di, ke, dari, untuk, yang,
dan, atau, dan dalam pada judul buku, majalah, surat kabar, dan karangan yang
tidak terletak pada posis awal.
Misalnya:
Kaidah bahasa Indonesia yang benar
adalah huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam buku,
majalah, surat kabar, dan judul karangan; kecuali kata tugas seperti: di, ke,
dari, untuk, yang, dan, atau, dan dalam yang tidak terletak pada posisi awal.
Namun pada contoh diatas terdapat suatu kesalahan yaitu tidak menggunakan huruf
kapital pada awal tulisan yang seharusnya ditulis dengan menggunakan huruf
kapital pada awal kata yang telah di dahului tanda titik.
pada gambar diatas juga mengalami kesalahan seperti pembahasan yang diatas yaitu penulisan huruf kapital yang tidak sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Seharusnya penulisan huruf kapital pada awal kata harus menggunakan huruf kapital apalagi huruf pertama setelah tanda titik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar