ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PIDATO PRESIDEN RI PADA PEMBUKAAN
MUSRENBANGNAS TAHUN 2013
NAMA : JUSMIDAR
KELAS : 5 A
NPM : 126211518
1.
TATARAN
FONOLOGI
a.
Penambahan
fonem konsonan
Dalam pidato yang disampaikan oleh Presiden RI adanya suatu
kesalahan yaitu pada kata /jugak/ dimana pada kata itu terdapat suatu kesalahan
tentang penambahan fonem konsonan yaitu konsonan /k/ yang seharusnya tidak
digunakan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 590: 2008) juga adalah adv
1 selalu demikian halnya (kadang-kadang untuk menekankan kata didepannya):
berkali-kali dipanggil, tetapi ia tidak mau datang; 2 sama atau serupa halnya
dng yg lain atau yg tsb didahulu; ayahnya pandai, anaknya—demikian.
b.
Penghilangan
fonem
Dalam pidato tersebut adanya suatu kesalahan yaitu penghilangan
fonem vokal /au/ pada kata /atow/ yang seharusnya diucapakan /atau/. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 98: 2008) atau adalah p kata penghubung
untuk menandai pilihan diantara beberapa hal (pilihan): anda boleh memilih yang
mana saja, majalah, buletin – surat kabar.
c.
Penambahan
fonem konsonan
Pada pidato yang disampaikan oleh Presiden RI adanya pengucapan
yang salah yaitu pada ucapan /cobak/ yang seharusnya diucapkan /coba/. Pada
kata itu adanya suatu penambahan fonem /k/ sehingga terjadi suatu kesalahan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 271: 2008) coba adalah1 v silakan;
sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): lihat kalau-kalau ia
ada di rumah; 2 p kata efektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb;
2.
TATARAN SINTAKSIS
a.
Adanya
pengaruh bahasa daerah
Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh
yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecendrungan bahasa daerah merupakan BI,
sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2 bagi rakyat Indonesia atau pemakai
bahasa. Tidak mengherankan jika hampir
dalam setiap tataran linguistik, pengaruh bahasa daerah dapat kita jumpai dalam
pemakaian bahasa Indonesia. Seperti contoh di bawah ini yang diucapkan oleh
Presiden RI dalam pidato nya yaitu :
·
Menengok besarnya subsidi BBM
Dalam ragam baku, unsur yang dicetak miring diatas merupakan contoh
pemakaian frasa yang salah. Kesalahan tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh
dari bahasa daerah. Jadi, bisa disimpulkan lafal bakunya adalah :
(melihat besarnya subsidi BBM).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar