Kamis, 20 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PIDATO PRESIDEN RI PADA PEMBUKAAN MUSRENBANGNAS TAHUN 2013



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PIDATO PRESIDEN RI PADA PEMBUKAAN MUSRENBANGNAS TAHUN 2013
NAMA                       : JUSMIDAR
KELAS                      : 5 A
NPM                           : 126211518
1.      TATARAN FONOLOGI
a.       Penambahan fonem konsonan
Dalam pidato yang disampaikan oleh Presiden RI adanya suatu kesalahan yaitu pada kata /jugak/ dimana pada kata itu terdapat suatu kesalahan tentang penambahan fonem konsonan yaitu konsonan /k/ yang seharusnya tidak digunakan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 590: 2008) juga adalah adv 1 selalu demikian halnya (kadang-kadang untuk menekankan kata didepannya): berkali-kali dipanggil, tetapi ia tidak mau datang; 2 sama atau serupa halnya dng yg lain atau yg tsb didahulu; ayahnya pandai, anaknya—demikian.
b.      Penghilangan fonem
Dalam pidato tersebut adanya suatu kesalahan yaitu penghilangan fonem vokal /au/ pada kata /atow/ yang seharusnya diucapakan /atau/. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 98: 2008) atau adalah p kata penghubung untuk menandai pilihan diantara beberapa hal (pilihan): anda boleh memilih yang mana saja, majalah, buletin – surat kabar.
c.       Penambahan fonem konsonan
Pada pidato yang disampaikan oleh Presiden RI adanya pengucapan yang salah yaitu pada ucapan /cobak/ yang seharusnya diucapkan /coba/. Pada kata itu adanya suatu penambahan fonem /k/ sehingga terjadi suatu kesalahan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 271: 2008) coba adalah1 v silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan): lihat kalau-kalau ia ada di rumah; 2 p kata efektif untuk menyatakan perasaan jengkel dsb;
2.       TATARAN SINTAKSIS
a.       Adanya pengaruh bahasa daerah
Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecendrungan bahasa daerah merupakan BI, sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2 bagi rakyat Indonesia atau pemakai bahasa. Tidak mengherankan  jika hampir dalam setiap tataran linguistik, pengaruh bahasa daerah dapat kita jumpai dalam pemakaian bahasa Indonesia. Seperti contoh di bawah ini yang diucapkan oleh Presiden RI dalam pidato nya yaitu :
·         Menengok besarnya subsidi BBM
Dalam ragam baku, unsur yang dicetak miring diatas merupakan contoh pemakaian frasa yang salah. Kesalahan tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh dari bahasa daerah. Jadi, bisa disimpulkan lafal bakunya adalah :
(melihat besarnya subsidi BBM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar