ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM CERAMAH UST, ARIFIN ILHAM (TIAP-TIAP
ORANG YANG MATI HUSNULKHOTIMAH)
NAMA : JUSMIDAR
KELAS : 5 A
NPM : 126211518
1.
TATARAN
FONOLOGI
a.
Perubahan
fonem konsonan
Dalam
ceramah yang disampaikan oleh Ust, Arifin Ilham adanya suatu kesalahan
pengucapan yaitu perubahan fonem /d/ menjadi fonem /t/ yang pengucapannya
/jatwal/ seharusnya diucapkan /jadwal/. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI: 555: 2008) jadwal adalah n pembagian waktu bedasarkan rencana pengaturan
irutan kerja; daftar atau tabel kegiatan atau rencana kegiatan dng pembagian
waktu pelaksanaan yang terperinci; -- peraturan itu telah disetujui oleh
pimpinan; sedangkan jatwal tidak mempunyai arti di dalam kamus.
b.
Perubahan
fonem vokal
Kata
“mabok” merupakan suatu kesalahan yaitu adanya perubahan fonem /u/ menjadi
fonem /o/ sehingga terjadi suatu kesalahan. Dalam pengucapannya yang benar
adalah mengucapkan kata “mabuk” bukan “mabok”. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI: 852: 2008) mabuk adalah a 1 berasa pening atau hilang
kesadaran (krn terlalu banyak minum minuman keras, makan gadung, dsb); 2
berbuat diluar kesadaran; lupa diri; 3 ki sangat gemar (suka); 4 ki
tergila-gila; sangat berahi.
c.
Penghilangan
fonem vokal
Dalam
ceramah yang disampaikan oleh Ust, tersebut adanya suatu kesalahan yaitu
tentang pengucapannya “diberkahi leh Allah” dalam kalimat tersebut adanya suatu
kesalahan yang terletak pada kata “leh” yang seharusnya diucapkan “oleh”. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 980: 2008) oleh adalah p 1 kata penghubung
untuk menandai pelaku; rumah ini dibeli
– ayahnya bulan lalu; tidak teringat –
ibuku bahwa hari ini hari ulang tahun anaknya; 2 sebab; karena: tidak lapuk –
hujan; binasa—perbuatannya sendiri; 3 akibat; -- kurang hati-hatinya ia jatuh;
2.
TATARAN
MORFOLOGI
a.
Penghilangan
prefiks meng-
Pada
pengucapan Ust, Arifin Ilham adanya suatu kesalahan yaitu pada pengucapan
“lakui” yang seharusnya diucap “melakukan”. Kata dasar “melakukan adalah “laku”
yang mana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 775: 2008) laku adalah 1 n
perbuatan; gerak-gerik; tindakan; cara menjalankan atau berbuat; 2 a laris
(barang dagangan); sudah terjual; 3 a boleh di pakai (tt uang, karcis, dsb);
sedangkan melakukan adalah v 1 mengerjakan (menjalankan dsb); 2 mengadakan
(suatu perbuatan, tindakan dsb); 3 melaksanakan; mempraktikkan; menunaikan;
3.
TATARAN
SINTAKSIS
a.
Susunan
kata yng tidak tepat
Pada
kalimat “ karakteristik orang-orang yang beriman paham benar-benar” adanya
suatu kesalahan yaitu adanya susunan kata yang tidak tepat. Hal tersebut
berawal dari terjemahan harfiah dari bahasa asing itu ke dalam bahasa
Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia dengan bahasa asing yang berbeda tersebut
menyebabkan terjadi kesalahan berbahasa. Jadi bila diperbaiki menjadi kalimat
yang baik adalah “karakteristik orang-orang yang beriman benar-benar paham”.
b.
Penjamakan
yang ganda
Dalam
penggunaan bahasa sehari-hari kadang-kadang orang salah menggunakan bentuk
jamak dalam bahasa Indonesia, sehingga terjadi bentuk yang rancu atau kacau.
Seperti yang diucapkan oleh Ust. Arifin Ilham dalam ceramahnya yaitu
“selama-lama-lamanya” dalam kalimat tersebut adanya suatu kesalahan tentang
penjamakan yang ganda. Dalam sebuah kalimat untuk penanda jamak sebuah kata
cukup satu penanda saja. Jika sudah terdapat penanda jamak tidak perlu kata
tersebut diulang atau jika sudah diulang tidak perlu menggunakan penanda jamak.
Jadi bisa diperbaiki seperti “selama-lamanya”.
c.
Penggunaan
istilah asing
Pengguna
bahasa Indonesia yang memiliki kemahiran menggunakan bahasa asing tertentu
sering menyelipkan istilah asing dalam pembicaraan atau tulisannya.
Kemungkinannya adalah pemakai bahasa itu ingin memperagakan kebolehannya atau
bahkan ingin memperlihatkan kesarjanaanya atau keintelektualannya pada
khalayak. Padahal kita tidak boleh mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan
bahasa asing. Seperti yang diucapkan oleh Ust. Arifin Ilham dalam ceramahnya
yaitu “one by one kematian itu akan dilewati”. Dalam kalimat tersebut adanya
suatu kesalahan yaitu penambahan bahasa asing dalam kalimat bahasa Indonesia.
Kalimat tersebut belum tentu dipahami oleh orang yang berpendidikan rendah
seperti halnya orang yang memiliki pendidikan yang tinggi. Jadi, kalimat
tersebut bisa diperbaiki seperti “ satu persatu kematian itu akan dilewati”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar