ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SINTAKSIS DALAM KORAN HALUAN
RIAU 04 NOVEMBER 2014
NAMA : JUSMIDAR
KELAS : 5 A
NPM : 126211518
Sintaksis adalah cabang linguistik tentang susunan kalimat dan
bagian-bagiannya; ilmu tata kalimat (tim penyusun Kamus, 1996; 946). Ramlan
(1987 : 21) mendefenisikan sintaksis sebagai bagian atau cabang dari ilmu
bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase;
berbeda dengan morfologi yang membicarakan seluk beluk kata dan morfem.
Kesalahan dalam tataran sintaksis berhubungan erat dengan kesalahan pada bidang
morfologi, karena kalimat berunsurkan kata-kata. Kesalahan dalam tataran
sintaksis antaralain berupa: kesalahan dalam bidang frasa dan kesalahan dalam
bidang kalimat.
1.
Kesalahan
dalam bidang frasa
a.
Adanya
pengaruh Bahasa Daerah
b.
Penggunaan
preposisi yang tidak tepat
c.
Susunan
kata yang tidak tepat
d.
Penggunaan
unsur yang berlebihan atau mubazir
e.
Penggunaan
bentuk superlatif yang berlebihan
f.
Penjamakan
yang ganda
g.
Penggunaan
Bentuk Resiprokal yang salah
2.
Kesalahan
dalam bidang kalimat
a.
Kalimat
tidakk bersubjek
b.
Kalimat
tidak berpredikat
c.
Kalimat
tidak bersubjek dan tidak berpredikat (kalimat Buntung)
d.
Penggandaan
Subjek
e.
Antara
Predikat dan Objek yang tersisipi
f.
Kalimat
yang tidak logis
g.
Kalimat
yang Ambiguitas
h.
Penghilangan
konjungsi
i.
Penggunaan
Konjungsi yang berlebihan
j.
Urutan
yang tidak Pararel
k.
Penggunaan
istilah asing
l.
Penggunaan
kata tanya yang tidak perlu
a.
Kalimat
yang Ambiguitas
Ambiguitas adalah kegandaan arti kalimat, sehingga meragukan atau
sama sekali tidak dipahami orang lain. Ambiguitas dapat disebabkan beberapa
hal, diantaranya intonasi yang tidak tepat, pemakaian kata yang bersifat
polisemi, struktur kalimat yang tidak tepat. Di bawah ini adalah contoh kalimat
ambiguitas yaitu:

“DPR
tandingan inikan (karena) marah,kalau
ketemu selesai”, ucapnya.
Pada
kalimat ini sangat sulit dipahami tulisannya diibaratkan kata-katanya
bertele-tele. Misalnya pada kata “tandingan inikan, kalau ketemu”, kalimat ini
menjadi ambiguitas karena maknanya tidak jelas, jadi supaya menjadi jelas
kalimat tersebut bisa diubah menjadi:
“DPR
dalam pertandingan inikan marah karena baru bertemu dan belum selesai
dimusyawarahkan semuanya sudah selesai”.
b.
Susunan
kata yang tidak tepat
· Kata tidak baku

· Kata baku
“kita
besok paripurna jam 9 pagi di Gedung Bamus untuk menetapkan hasil dari rapat
konsultasi ini”.
c.
Penggunaan
konjungsi yang berlebihan
· Kata tidak baku

· Kata baku
“sebab
itulah, munas Riau berakhir politik balik modal menjadi marak”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
“saya
terpaksa besok berobat dengan pasien umum”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
“Hal
ini dikatakan Sekretaris Kota Pekanbaru, Syukri Harto, senin (3/11). “jangan
asal menambah THL saja. Apalagi katanya THL itu tidak ada melakukan
pekerjaan,”ujar Syukri”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
Untuk
itu, kita terus dan terus melobi pihak kementan untuk menjadikan Riau sebagai
tujuan investor tersebut, tambah Zulher.
d.
Penjamakan
yang ganda
· Kata tidak baku

· Kata baku
“jangan
ada main pecat khususnya pada pengurus daerah yang ingin mendukung calon
tertentu”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
“jika
Aburizal ingin maju penuhi dulu janji yang pernah disampaikan”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
“safari
dakwah pembangunan yang kita laksanakan harus sesuai dengan apa yang kita
harapkan
e.
Pengaruh
bahasa daerah
· Kata tidak baku

· Kata baku
“Bambang
suami Evi, tetap memaksa agar peyakit istrinyan bisa diobati”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
“dikatakannya,
semakin parahnya rusak jalan Garuda Sakti terjadi tiga bulan terakhir”.
f.
Penggunaan
kata tanya yang tida perlu
· Kata tidak baku

· Kata baku
“apalagi
jalan Garuda Sakti saat ini sudah menjadi jalan lingkar luar, karena seluruh
kendaraan bertonase besar dan bus mesti melalui jalan tersebut.
· Kata tidak baku

· Kata baku
“agar
hasil dari PBB ini nantinya akan dialokasikan untuk menyukseskan program
belajar 12 tahun, gratis berobat dan lain-lain.
g.
Penggunaan
Istilah Asing
· Kata tidak baku

· Kata baku
“bila
Dinas Marga Riau tidak memiliki prosedur operasional standard”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
“predikat
pertandingan besar alias laga bergengsi memang layak disematkan ke partai ini”.
· Kata tidak baku

· Kata baku
”pemuatan
tes akan dilakukan Cuma 20 ton”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar