Senin, 19 Mei 2014

Sufiks dalam bahasa Melayu dialek Rokan Hilir



Nama              :  Jusmidar
Kelas               : 4 A
NPM               : 126211518
Tugas              : Morfologi Lanjut

SUFIKS DALAM BAHASA MELAYU DAERAH ROKAN HILIR
            Sufiks adalah afiks yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar, misalkan –an, -kan, dan –i, akhiran.
1.      Sufiks –kan
Sufiks –kan tidak mengalami perubahan apabila ditambahkan pada kata dasar apapun.
Contoh :
Tarik + kan                  : tarikkan
Letak +kan                  : letakkan

2.      Sufiks –an
Sufiks –an tidak mengalami perubahan bentuk jika digabungkan dengan dasar kata apapun. Jika fonem terakhir suatu dasar adalah /a/, dalam tulisan fonem itu dijejerkan dengan sufiks –an.
Contoh :
Tigo > betigoan                       : tiga < bertigaan
Samo > besamoan                   : sama < bersamaan
Mesra > bermesraan

3.      Sufiks –i
Seperti halnya dengan –kan, sufiks –i juga tidak mengalami perubahan jika ditambahkan pada dasar kata apapun. Hanya saja perlu diingat bahwa kata dasar yang berakhir fonem /i/ tidak dapat diikuti oleh sufiks –i. Dengan demikian, tidak ada kata seperti *memberii, *mengirii, ataupun *mengisii.

Selain itu ada juga tergolong dengan sufiks –iah, -wi, -if, -er, -al, -is.

4.      Sufiks –iah
Contoh :
Alami              : alamiah
Insani              : insaniah
5.      Sufiks –wi
Contoh :
Dunia              : duniawi
Manusia           : manusiawi



6.      Sufiks –if
Contoh :
Aksi                 : aktif
Agresi              : agresif

7.      Sufiks –er
Contoh:
Komplemen     : komplementer
Parlemen         : parlementer

8.      Sufiks –al
Contoh :
Norma             : normal
Struktur           : struktural

9.      Sufiks –is
Conntoh :
Praktik             : praktis
Teknik             : teknis


Prefiks bahasa Melayu daerah Rokan Hilir



Nama              : Jusmidar
Kelas               : 4 A
NPM               : 126211518
Tugas              : Morfologi Lanjut

PREFIKS BAHASA MELAYU  DAERAH ROKAN HILIR
            Prefiks adalah imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar; awalan.
1.      Prefiks meng-
Ada delapan kaidah morfofonemik untuk prefiks meng-.
a.       Jika ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /Ə/, /k/, /g/, /b/, atau /x/. Bentuk meng- tetap meng-.
Contoh :
Meng + ambik                   : mengambil
Meng + elakkan                : mengelakkan
Meng + kalahkan              : mengalahkan
Meng + khawatirka           : mengkhwatirkan
b.      Jika ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /i/, /m/, /n/, / ŋ/, /r/, /y/, atau /w/, bentuk meng-  berubah menjadi me-.
Contoh :
Meng + latih          : melatih
Meng + namai       : menamai
c.       Jika ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /d/,  atau /t/, bentuk meng- berubah menjadi men- /mƏn/.
Contoh :
Meng + tanamkan                         : menanamkan
Meng + duga                                 : menduga
Meng + tuduh                               : menuduh
d.      Jika ditambahkan pada kata dasar yang dimulai dengan fonem /b/, /p/, atau /f/, bentuk meng- berubah enjadi mem- /mƏm/.
Contoh :
Meng + fokuskan              : memfokuskan
Meng + buat                      : membuat
Meng + pakai                    : memakai
e.       Jika ditambahkan pada dasar yang dimula dengan fonem /c/, /j/,/s/, bentuk meng- berubah menjadi meny-.
Contoh :
Meng + satukan                : menyatukan
Meng + jatuhkan               : menjatuhkan
f.       Jika ditambahkan pada dasar yang bersuku satu, bentuk meng- berubah menjadi menge- /mƏŋƏ/.
Contoh :
Meng + cek                       : mengecek
Meng + pel                        : mengepel
g.      Kata-kata yang berasal dari bahasa asing diperlakukan berbeda-beda, bergantung pada frekuensi dan lamanya kata tersebut tellah dipakai.
Contoh :
Meng + proses                   : memproses
Meng + transfer                : mentransfer
Meng + survei                   : mensurvei
h.      Jika verba yang berasal tunggal direduplikasi, dasarnya diulangi dengan mempertahankan peluluhan konsonan pertamanya.
Contoh :
Sulitkan     >          menyulitkan                > menyulit-nyulitkan
Cek            > mengecek                             > mengecek-ngecek

2.      Prefiks per-
Ada tiga kaidah morfofonemik untuk prefiks per- yaitu :
a.       Prefiks per- berubah menjadi pe- apabila ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /r/ atau dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /Ər/.
Contoh :
Per + rendah                      : perendah
Per + ringan                       : peingan
b.      Prefiks per- berubah menjadi pel- apabila ditambahkan pada bentuk dasar ajar.
Contoh :
Per + ajari                          : pelajari
c.       Prefiks per- tidak mengalami perubahan bentuk bila bergabung dengan dasar lain diluar kaidah 1 dan 2 di atas.
Contoh :
Per + panjang                    : perpanjang
Per + luas                          : perluas

3.      Prefiks ber-
Contoh :
Ber + ranting               : beranting
Ber + serta                   : beserta
Ber + kurban               : berkurban
Ber + lunjur                 : berlunjur


4.      Prefiks ter-
Contoh :
Ter + rasa                    : terasa
Ter + cermin                : tercermin
Ter + luka                    : terluka

5.      Prefiks di-
Contoh :
Di + ambil                   : diambil
Di + pukul                   : dipukul
Di peti es                     : dipetieskan
Di indonesia                : diindonesiakan



Konfiks dalam bahasa Melayu dialek Rokan Hilir



Nama              : Jusmidar
Kelas               : 4 A
NPM               : 126211518
Tugas              : Morfologi Lanjut
KONFIKS DALAM BAHASA MELAYU DAERAH ROKAN HILIR
            Konfiks adalah afiks tunggal yang terjadi dari dua bagian yang terpisah.
1.      Konfiks per-kan
Contoh :
Ø  Permalukan
Ø  Perkenankan
Ø  Pergunakan
Ø  Perjuangkan
Ø  Persatukan
2.      Konfiks per-i
Contoh :
Ø  Perbaiki
Ø  Permalui
Ø  Persengketai
Ø  Perdayai
3.      Konfiks ke-an
Contoh :
Ø  Keadaan
Ø  Ketahuan
Ø  Kepalsuan
Ø  Keangkuhan
4.      Konfiks ber-an
Contoh :
Ø  Berceraian
Ø  Berantian
Ø  Bergiliran
Ø  Berlarian