Nama : Jusmidar
Kelas : 4 A
NPM : 126211518
Contoh dan penjelasan Numeralia
bahasa Melayu dialek Rokan Hilir
A.
Numeralia Pokok
Numeralia pokok
adalah bilangan dasar yang menjadi sumber dari bilangan – bilangan yang lain.
Numeralia pokok terbagi menjadi numeralia pokok tentu, kolektif, distributif,
pokok tak tentu.
1.
Numeralia Pokok Tentu
Numeralia
pokok tentu mengacu pada bilangan pokok, yaitu :
Contoh :
0 : nol ( nol ) 6
: onam ( enam )
1 : satu ( satu ) 7
: tujuh ( tujuh )
2 : duo ( dua ) 8
: delapan ( lapan )
3 : tigo ( tiga ) 9
: sembilan ( sembilan )
4 : ompek ( empat )
5 : limo ( lima )
2.
Numeralia Pokok
kolektif
Contoh :
Keonam
kawan : kawan yang pertama
sampai keenamnya
Ketigo
tanggo : dari tangga
pertama sampai dengan tangga ketiga
Numeralia
Kolektif dapat juga dibentuk dengan adanya penambahan seperti berikut :
a.
Penambahan prefiks
ber- kadang-kadang se- pada nomina tertentu
Contoh :
Limo
betetanggo : lima
bertetangga
Onam
sekawan : enam
sekawan
b.
Penambahan prefiks
ber- pada numeralia pokok dan hasilnya diletakkan sesudah pronomina persona kamu, kami, kita, dan mereka.
Contoh :
( kamu )
beonam : ( kamu ) berenam
( kami )
betujuh : ( kami ) bertujuh
( kito ) beompek
: ( kita ) berempat
( mereka )
betigo : ( mereka ) bertiga
c.
Pemakaian numeralia
yang berprefiks ber- dan yang diulang
Contoh :
beonam-onam
( berenam-enam )
belapan-lapan
( berdelapan-delapan )
boatuih-atuih
( beratus-ratus )
d.
Pemakaian gugus
numeralia yang bersufiks –an
Contoh :
Atuihan (
ratusan )
Bolehan (
belasan )
3.
Numeralia Pokok
TakTentu
Numeralia
Pokok Taktentu mengacu pada jumlah yang tidak pasti dan sebagian besar numeralia ini tidak dapat menjadi jawaban
atas pertanyaan yang memakai kata tanya berapa.
Contoh :
Banyak uwang ( banyak orang )
Sedikik ai ( sedikit air )
Segalo penjuu ( segala penjuru )
4.
Numeralia Pokok
Klitika
Selain
numeralia pokok yang telah disebutkan, adapula numeralia yang di pungut dari
bahasa jawa kuno, tetapi numeralia itu umumnya berbentuk proklitika.
Contoh :
Eka- ‘
satu ‘ ekamatra ‘satu dimensi’
Dwi- ‘ dua’ dwiwarna ‘dua warna’
Tri- ‘ tiga ‘ triwulan ‘tiga
bulan’
Catur- ‘ empat ‘ caturwulan ‘empat
bulan’
Panca- ‘ lima ‘ pancasila ‘lima sila’
5.
Numeralia Ukuran
Contoh :
Onam liter ( enam liter )
Tigo lusin
( tiga lusin )
Ompek
meter ( empat meter )
6.
Numeralia Tingkat
Numeralia
pokok dapat diubah menjadi numeralia tingkat. Cara mengubahnya adalah dengan
menambahkan ke- di muka bilangan yang bersangkutan.
Contoh :
Kesatu
Keduo (
kedua )
Ketigo (
ketiga 0
Keompek (
keempat )
7.
Numeralia Pecahan
Tiap
bilangan pokok dapat di pecah menjadi bagian yang lebih kecil yang dinamakan
numeralia pecahan.
Contoh :
⅓ : sepertiga ( sepetigo )
⅜ : tigaperdelapan (tigo pedelapan
)
8.
Frasa Numeralia
Contoh :
Limo ikuw
( sapi ) : lima ekor ( sapi )
Duo uwang
( pencui ) : dua orang ( pencuri )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar