Senin, 19 Mei 2014

numeralia bahasa melayu dialek Rokan Hilir



Nama              : Jusmidar
Kelas               : 4 A
NPM               : 126211518

Contoh dan penjelasan Numeralia bahasa Melayu dialek Rokan Hilir
A.    Numeralia Pokok
Numeralia pokok adalah bilangan dasar yang menjadi sumber dari bilangan – bilangan yang lain. Numeralia pokok terbagi menjadi numeralia pokok tentu, kolektif, distributif, pokok tak tentu.
1.      Numeralia Pokok Tentu
Numeralia pokok tentu mengacu pada bilangan pokok, yaitu :
Contoh :
0 : nol        ( nol )                           6 : onam          ( enam )
1 : satu       ( satu )                         7 : tujuh           ( tujuh )
2 : duo       ( dua )                          8 : delapan       ( lapan )
3 : tigo       ( tiga )                          9 : sembilan     ( sembilan )
4 : ompek ( empat )
5 : limo      ( lima )

2.      Numeralia Pokok kolektif
Contoh :
Keonam kawan                 : kawan yang pertama sampai keenamnya
Ketigo tanggo                   : dari tangga pertama sampai dengan tangga ketiga

Numeralia Kolektif dapat juga dibentuk dengan adanya penambahan seperti berikut :
a.       Penambahan prefiks ber- kadang-kadang se- pada nomina tertentu
Contoh :
Limo betetanggo                     : lima bertetangga
Onam sekawan                        : enam sekawan
b.      Penambahan prefiks ber- pada numeralia pokok dan hasilnya diletakkan sesudah pronomina  persona kamu, kami, kita, dan mereka.
Contoh :
( kamu ) beonam         : ( kamu ) berenam
( kami ) betujuh           : ( kami ) bertujuh
( kito ) beompek          : ( kita ) berempat
( mereka ) betigo         : ( mereka ) bertiga



c.       Pemakaian numeralia yang  berprefiks ber- dan yang diulang
Contoh :
beonam-onam ( berenam-enam )
belapan-lapan ( berdelapan-delapan )
boatuih-atuih ( beratus-ratus )
d.      Pemakaian gugus numeralia  yang bersufiks –an
Contoh :
Atuihan ( ratusan )
Bolehan ( belasan )

3.      Numeralia Pokok TakTentu
Numeralia Pokok Taktentu mengacu pada jumlah yang tidak pasti dan sebagian besar  numeralia ini tidak dapat menjadi jawaban atas pertanyaan yang memakai kata tanya berapa.
Contoh :
Banyak uwang                  ( banyak orang )
Sedikik ai                           ( sedikit air )
Segalo penjuu                    ( segala penjuru )

4.      Numeralia Pokok Klitika
Selain numeralia pokok yang telah disebutkan, adapula numeralia yang di pungut dari bahasa jawa kuno, tetapi numeralia itu umumnya berbentuk proklitika.
Contoh :
Eka-           ‘ satu ‘                         ekamatra          ‘satu dimensi’
Dwi-          ‘ dua’                           dwiwarna        ‘dua warna’
Tri-            ‘ tiga ‘                          triwulan           ‘tiga bulan’
Catur-        ‘ empat ‘                      caturwulan      ‘empat bulan’
Panca-       ‘ lima ‘                         pancasila          ‘lima sila’

5.      Numeralia Ukuran
Contoh :
Onam liter             ( enam liter )
Tigo lusin              ( tiga lusin )
Ompek meter        ( empat meter )

6.      Numeralia Tingkat
Numeralia pokok dapat diubah menjadi numeralia tingkat. Cara mengubahnya adalah dengan menambahkan ke- di muka bilangan yang bersangkutan.
Contoh :
Kesatu
Keduo ( kedua )
Ketigo ( ketiga 0
Keompek ( keempat )




7.      Numeralia Pecahan
Tiap bilangan pokok dapat di pecah menjadi bagian yang lebih kecil yang dinamakan numeralia pecahan.
Contoh :
              : sepertiga ( sepetigo )
               : tigaperdelapan (tigo pedelapan )

8.      Frasa Numeralia
Contoh :
Limo ikuw ( sapi )             : lima ekor ( sapi )
Duo uwang ( pencui )       : dua orang ( pencuri )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar