Kamis, 20 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI DALAM BUNGKUS MAKANAN



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI DALAM BUNGKUS MAKANAN
NAMA                 : JUSMIDAR
KELAS                : 5 A
NPM                    : 126211518
Setiap lambang bunyi bahasa mempunyai lafal ayau ucapan tertentu yang tidak boleh dilafalkan menurut kemauan masing-masing pemakai bahasa. Kesalahan berbahasa tataran fonologi dapat terjadi baik penggunaan bahasa secara lisan maupun secara tertulis. Kesalahan pelafalan dapat meliputi, perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan fonem.
1.      Penambahan fonem /a/
Kesalahan berbahasa pada tataran fonologi ini meliputi tentang penambahan fonem /a/ pada kata “ sedaap “. Kata “sedaap” ini penulisan yang benarnya adalah sedap karena sesuai kaidah yang telah ditentukan.
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI, 1237 ) “sedap” diartikan sebagai 1. enak (nyaman, senang) tt perasaan pada umumnya: bersih, rapi, dan – dipandang mata; agunya tidak – didengar; tidak—hatinya; 2. Harum; --baunya; 3. Leat; masakan yang dihidangkan – sekali.


2.      Penambahan fonem /h/
Kesalahan berbahasa tataran fonologi pada bungkus makanan terdapat suatu kesalahan yaitu pada kata “ahh”. Pada kata “ahh” ini terdapat penambahan fonem “h”.
Lafal baku                   : ah
Lafal tidak baku          : ahh
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 18 )  kata “ahberarti kata seru yang menyatakan yang menyatakan perasaan kecewa, menyesal, keheranan, tidak setuju. Berbeda dengan kata “ahh” yang didalam kamus besar bahasa indonesia tidak mempunyai arti/makna.



3.      Penghilangan fonem vokal rangkap menjadi vokal tunggal
Kesalahan berbahasa tataran fonologi yang fonem /au/ dilafalkan menjadi /o/ yaitu pada kata “cabe ijo” yang seharusnya “ cabai hijau”
Lafal baku                   : cabai hijau
Lafal tidak baku          : cabe ijo
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 498 )  hijau berarti 1. warna dasar yang serupa dengan warna daun.2. gabungan warna biru dan kuning dl spektrum. 3. Mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan hijau;  Sedangkan kata ijo yaitu serapan dari bahasa daerah yang terkadang dimasukkan kedalam bahasa indonesia.


4.      Perubahan fonem vokal ke konsonan
Dalam kata “mow mow lagi” terdapat kesalahan berbahasa yaitu adanya suatu perubahan fonem dari yang seharusnya “ au “ menjadi “ ow “, jadi tulisan yang sebenarnya yaitu:
Lafal baku                   : mau mau lagi
Lafal tidak baku          : mow mow lagi
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 890 ) mau dapat diartikan sebagai 1. sungguh-sungguh suka hendak; suka akan; sudi: 2. Adv. Akan; hendak; 3. n. Kehendak; maksud;  Sedangkan kata mow tidak mempunyai arti.


5.      Perubahan fonem vokal
Kesalahan berbahasa juga terdapat dalam kata lays limon, yang mana kata “limon” yang seharusnya “lemon”. Dalam kata ini ada suatu perubahan fonem vokal dari “e” menjadi “i”.
Lafal baku                   : lemon
Lafal tidak baku          : limon
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 810 )   kata lemon adalah 1.  jenis limau, citrus medica; 2. warna kuning muda.   Sedangkan limon tidak mempunyai arti seperti lemon.














6.      Perubahan fonem vokal
Dalam tulisan “kacang telor” diatas yang perlu dianalisis adalah kata “telor” nya yang mana dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 1428 ) telor itu tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan lafal yang betul atau pelat, sedangkan telur adalah 1. n. Sel ( terdapat pada wanita ) yang akan menjadi bakal anak, jika dibuahi oleh sperma; 2. benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh unggas, biasanya dimakan,direbus dan yang lainnya. 3. Benda kecil-kecil bercangkang, ( biasanya kelompok ) mmengandung bakal anak dihasilkan oleh binatang. 4. Berbagai-bagai benda yang bentuknya ( rupanya, sifatnya ) menyerupai telur ).  Jadi antara telor dan telur bedanya hanya cara pengucapannya.
Lafal baku                   : telur
Lafal tidak baku          : telor
















7.      Penghilangan fonem



Analisis kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi di atas yaitu “krupuk”. Kata diatas adanya suatu kesalahan yaitu penghilangan fonem “e” yang seharusnya “kerupuk”. Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 686 ) “ kerupuk “ adalah makanan yang dibuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus di sayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak dijemur agar mudah kering. Namun kata “krupuk” tidak mempunyai arti didalam kamus.
Lafal baku                   : kerupuk
Lafal tidak baku          : krupuk










8.      Perubahan fonem konsonan




Dalam kata-kata diatas terdapat kesalahan berbahasa yaitu kata “koq” dimana kata “koq” seharusnya ditulis dengan “kok”. Kata tersebut adanya perubahan fonem konsonan dari “k” menjadi “q” karena itulah terjadinya suatu perubahan. Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 713 )  kok adalah bola dalam permainan bulu tangkis, terbuat dari gabus berbentuk setengah bulatan yang dilapisi kulit tipis, pada bagian rata diberi bulu-bulu unggas yang dipasang berdiri melingkar sepanjang pinggirnya.
Lafal baku                   : kok
Lafal tidak baku          : koq


















9.      Penghilangan fonem konsonan

Dalam kata “santai aja” terdapat suatu kesalahan yaitu adanya penghilangan fonem konsonan pada kata “aja” yang seharusnya ditulis adalah “saja”. Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 1202 ) saja adalah 1. melulu ( tidak lain hanya, semata-mata ). 2. Juga; pun ( untuk menyatakan tidak tentu ) 3. Selalu; terus menerus; 4. Seenaknya; sesuka hati; tanpa diperiksa terlebih dahulu, 5. Lebih baik; ( sebagai anjuran ). 6. Sekali ( sebagai penegas ).
Lafal baku                   : saja
Lafal tidak baku          : aja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar