ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI DALAM BUNGKUS MAKANAN
NAMA : JUSMIDAR
KELAS : 5 A
NPM : 126211518
Setiap lambang bunyi bahasa mempunyai lafal ayau ucapan tertentu
yang tidak boleh dilafalkan menurut kemauan masing-masing pemakai bahasa.
Kesalahan berbahasa tataran fonologi dapat terjadi baik penggunaan bahasa
secara lisan maupun secara tertulis. Kesalahan pelafalan dapat meliputi,
perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan fonem.
1.
Penambahan
fonem /a/
Kesalahan berbahasa pada tataran fonologi ini meliputi tentang
penambahan fonem /a/ pada kata “ sedaap “. Kata “sedaap” ini penulisan yang
benarnya adalah sedap karena sesuai kaidah yang telah ditentukan.
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI, 1237 ) “sedap” diartikan
sebagai 1. enak (nyaman, senang) tt perasaan pada umumnya: bersih, rapi, dan
– dipandang mata; agunya tidak – didengar; tidak—hatinya; 2. Harum; --baunya;
3. Leat; masakan yang dihidangkan – sekali.
2.
Penambahan
fonem /h/
Kesalahan berbahasa tataran fonologi pada bungkus makanan terdapat
suatu kesalahan yaitu pada kata “ahh”. Pada kata “ahh” ini terdapat penambahan
fonem “h”.
Lafal baku :
ah
Lafal tidak baku :
ahh
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 18 ) kata “ah” berarti kata seru yang
menyatakan yang menyatakan perasaan kecewa, menyesal, keheranan, tidak setuju.
Berbeda dengan kata “ahh” yang didalam kamus besar bahasa indonesia tidak
mempunyai arti/makna.
3.
Penghilangan
fonem vokal rangkap menjadi vokal tunggal
Kesalahan berbahasa tataran fonologi yang fonem /au/ dilafalkan
menjadi /o/ yaitu pada kata “cabe ijo” yang seharusnya “ cabai hijau”
Lafal baku :
cabai hijau
Lafal tidak baku :
cabe ijo
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 498 ) hijau berarti 1. warna dasar yang serupa
dengan warna daun.2. gabungan warna biru dan kuning dl spektrum. 3. Mengandung
atau memperlihatkan warna yang serupa dengan hijau; Sedangkan kata ijo yaitu serapan dari bahasa
daerah yang terkadang dimasukkan kedalam bahasa indonesia.
4.
Perubahan
fonem vokal ke konsonan
Dalam kata “mow mow lagi” terdapat kesalahan berbahasa yaitu adanya
suatu perubahan fonem dari yang seharusnya “ au “ menjadi “ ow “, jadi tulisan
yang sebenarnya yaitu:
Lafal baku :
mau mau lagi
Lafal tidak baku :
mow mow lagi
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 890 ) mau dapat
diartikan sebagai 1. sungguh-sungguh suka hendak; suka akan; sudi: 2.
Adv. Akan; hendak; 3. n. Kehendak; maksud; Sedangkan kata mow tidak mempunyai arti.
5.
Perubahan
fonem vokal
Kesalahan berbahasa juga terdapat dalam kata lays limon, yang mana
kata “limon” yang seharusnya “lemon”. Dalam kata ini ada suatu perubahan fonem
vokal dari “e” menjadi “i”.
Lafal baku :
lemon
Lafal tidak baku :
limon
Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 810 ) kata
lemon adalah 1. jenis limau, citrus
medica; 2. warna kuning muda. Sedangkan limon tidak mempunyai arti seperti
lemon.
6.
Perubahan
fonem vokal
Dalam tulisan “kacang telor” diatas yang perlu dianalisis adalah
kata “telor” nya yang mana dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 1428 )
telor itu tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan lafal yang betul atau pelat,
sedangkan telur adalah 1. n. Sel ( terdapat pada wanita ) yang akan menjadi
bakal anak, jika dibuahi oleh sperma; 2. benda bercangkang yang mengandung zat
hidup bakal anak yang dihasilkan oleh unggas, biasanya dimakan,direbus dan yang
lainnya. 3. Benda kecil-kecil bercangkang, ( biasanya kelompok ) mmengandung
bakal anak dihasilkan oleh binatang. 4. Berbagai-bagai benda yang bentuknya (
rupanya, sifatnya ) menyerupai telur ). Jadi
antara telor dan telur bedanya hanya cara pengucapannya.
Lafal baku :
telur
Lafal tidak baku :
telor
7.
Penghilangan
fonem
Analisis kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi di atas yaitu
“krupuk”. Kata diatas adanya suatu kesalahan yaitu penghilangan fonem “e” yang
seharusnya “kerupuk”. Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 686 ) “
kerupuk “ adalah makanan yang dibuat dari adonan tepung dicampur dengan
lumatan udang atau ikan, setelah dikukus di sayat-sayat tipis atau dibentuk
dengan alat cetak dijemur agar mudah kering. Namun kata “krupuk” tidak
mempunyai arti didalam kamus.
Lafal baku :
kerupuk
Lafal tidak baku : krupuk
8.
Perubahan
fonem konsonan
Dalam kata-kata diatas terdapat kesalahan berbahasa yaitu kata
“koq” dimana kata “koq” seharusnya ditulis dengan “kok”. Kata tersebut adanya
perubahan fonem konsonan dari “k” menjadi “q” karena itulah terjadinya suatu
perubahan. Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 713 ) kok adalah bola dalam permainan bulu
tangkis, terbuat dari gabus berbentuk setengah bulatan yang dilapisi kulit
tipis, pada bagian rata diberi bulu-bulu unggas yang dipasang berdiri melingkar
sepanjang pinggirnya.
Lafal baku :
kok
Lafal tidak baku :
koq
9.
Penghilangan
fonem konsonan
Dalam kata “santai aja” terdapat suatu kesalahan yaitu adanya
penghilangan fonem konsonan pada kata “aja” yang seharusnya ditulis adalah
“saja”. Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 1202 ) saja adalah 1. melulu
( tidak lain hanya, semata-mata ). 2. Juga; pun ( untuk menyatakan tidak tentu
) 3. Selalu; terus menerus; 4. Seenaknya; sesuka hati; tanpa diperiksa terlebih
dahulu, 5. Lebih baik; ( sebagai anjuran ). 6. Sekali ( sebagai penegas ).
Lafal baku :
saja
Lafal tidak baku :
aja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar