Nama : jusmidar
Kelas : 5/A
Npm : 126211518
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TATARAN MORFOLOGI
Dalam kenyataan
berbahasa masih sering kita jumpai bentukan kata yang menyimpang dari kaidah.
Baik ragam tulis maupun ragam lisan dapat terjadi kesalahan berbahasa dalam
pembentukan kata atau tataran morfologi. Kesalahan berbahasa dalam tataran
morfologi disebabkan oleh berbagai hal. Klasifikasi kesalahan berbahasa dalam
tataran morfologi antara lain :
a.
Penghilangan
afiks
b.
Bunyi
yang seharusnya luluh tetapi tidak diluluhkan
c.
Peluluhan
bunyi yang seharusnya tidak luluh
d.
Penggantian
morf
e.
Penyingkatan
morf mem-, men-, meng-, meny-, dan menge-.
f.
Peemakaian
afiks yang tidak tepat
g.
Penentuan
bentuk dasar yang tidak tepat
h.
Penempatan
afiks yang tidak tepat pada gabungan kata
i.
Pengulangan
kata majemuk yang tidak tepat
1.
Penyingkatan
morf-
Dalam
majalah Aneka Yess terdapat penghilangan
prefiks meng-pada kalimat “lagi jalan bareng tiba-tiba dia ngilang” (
hal 10 ), pada kata ngilang tersebutlah adanya suatu penghilangan prefiks yang
seharusnya “ menghilang “. “menghilang” kata dasarnya adalah “hilang”
yang mana dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 498 ) berarti tidak ada
lagi; lenyap; tidak kelihatan. Sedangkan kata “menghilang” ( KBBI; 499 ) yang sudah penambahan prefiks meng- yaitu melenyapkan diri; menjadi tidak
kelihatan lagi; tidak memperlihatkan diri lagi. Jadi, kalimat yang benar
adalah “lagi jalan bareng tiba-tiba dia menghilang”.
2.
Penyingkatan
morf meny-
Kalimat
“ padahal itu nyakitin dirinya sendiri”
mengalami suatu penyingkatan morf meny- yaitu pada kata “nyakitin”. Yang
seharusnya ditulis yaitu “menyakitkan”. Kata dasar “menyakitkan”
yaitu “sakit” dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 1204 ) mempunyai
arti “berasa tidak nyaman ditubuh
atau bagian tubuh karena merasa sesuatu (demam, sakit perut dan lain
sebagainya). Sedangkan yang sudah mengalami penambahan prefiks meny- yaitu “menyakitkan”
dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI; 1205 ) adalah “menjadikan” (
menyebabkan ) sakit. Jadi kalimat
yang benar adalah “padahal itu menyakitkandirinya sendiri”.
3.
Penyingkatan
morf men-
Dalam
kalimat “Malah sebenarnya RAN ngebuat lagu itu karena gemes
ngeliat para cewek yang nggak berani menunjukkan cintanya”, mengalami suatu
penyingkatan men- menjadi “ng” yang seharusnya “membuat” menjadi
“ngebuat”. Kata dasar “membuat” yaitu “buat’ yang mana dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI; 213 ), adalah 1. v 1. Kerjakan;
lakukan, 2. Bikin; sedangkan yang mengalami penambahan prefiks “membuat” adalah
v 1. Menciptakan ( menjadikan; menghasilkan; ) membikin; 2. Melakukan;
mengerjakan; 3. Menggunakan ( untuk ); memakai ( untuk ); 4. Menyebabkan;
mendatangkan;
4.
Penyingkatan
morf men-
Terkadang
tanpa disengaja kita mengucapkan kata-kata itu mengalami suatu kesalahan, ada
juga suda tahu itu salah tapi juga
sering diucapkan tanpa ada niat untuk memperbaikinya. Termasuk contoh berikut
yaitu “Jadi kita bakal ngedukung banget segala sesuatu yang bisa
bermanfaat”. Kata ngedukung seharusnya tidak diucapkan seperti itu namun karena
itu semua sudah jadi kebiasaan semuanya sulit untuk dirubah. Kata ngedukung
seharusnya adalah “mendukung” yang mana kata dasarnya adalah dukung. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI; 346) dukung adalah v. Duduk dipunggung
atau di pinggang orang; sedangkan mendukung adalah v 1. Membawa sesuatu atau
seseorang diatas punggung; menggendong;
5.
Penyingkatan
morf meny-
Pada
kalimat “Kita pasti nyesel seumur hidup karena dia nggak pernah tau apa
yang kita rasain” terdapat suatu penyingkatan pada kata nyesal, yang seharusnya
“menyesal”. Kata dasar menyesal yaitu “sesal” yang mana dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia ( KBBI; 1292 ) adalah n. Perasaan tidak senang ( susah,
kecewa, dsb ) karena telah berbuat tidak baik ( dosa, kesalahan, dsb ).
Sedangkan yang menggunakan morf meny- menjadi menyesal yaitu v. Merasa tidak
senang atau tidak bahagia (susah, kecewa, dsb) karena (telah melakukan) sesuatu
yang kurang baik (dosa, kesalahan, dsb).
6.
Penyingkatan
morf meny-
Kata
nyiapain dalam bahasa indonesia adalah bahasa yang tidak baku karena adanya
suatu penyingkatan morf, yang pada dasarnya nyiapin adalah menyiapkan. Kata
menyiapkan dasarnya adalah siap yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI;
1298) adalah v 1 sudah disediakan (tinggal memakai atau menggunakan saja);
sudah sedia: makanan sudah; segala alat perkakasnya sudah- semuanya; 2 sudah
selesai (dibuat atau dikerjakan): akhir bulan ini gedung itu- semuanya; rumah
makan buat pekerja sudah hampir- 3 sudah bersedia (untuk); anak-anak kita
sudah-untuk menempuh ujian; Tentara
Nasional Indonesia- sedia menghadapi segala kemungkinan; 4 (dl aba-aba berarti)
berdiri tegak dan mengambil sikap pada waktu berbaris: -maju jalan-; 5 jaga
baik-baik; kedengaran bunyi kentungan dan teriakan; 6 Olr aba-aba atau seruan
kepada para pelari dsb bahwa pemberangkatann akan segera dimulai (dalam
perlombaan lari atau jalan kaki); sedangkan kata menyiapkan adalah v 1
menyediakan: ia- sarapan bagi
keluarganya; 2 mengatur (membereskan) segala sesuatu (untuk): kami –
barang-barang yang akan dibawa; 3 meyelesaikan; mengerjakan hingga selesai; ia
diberi waktu seminggu untuk – laporan; 4 mengadakan sesuatu untuk; membentuk
(mengurus dsb) untuk; - pramuka indonesia menjadi tenaga pembangunan bangsa; 5
mengusahakan supaya bersiap; memberi perintah supaya bersiap sedia; mereka-
segala perlindungan jika ada tanda bahaya;
7.
Penyingkatan
morf men-
Kata
ngedekatin diatas adalah kata yang tidak baku karena adanya suatu penyingkatan
morf- dari mendekatkan menjadi ngedekatin. Kata dasar mendekatkan adalah dekat
yang mana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI; 305) adalah a 1 pendek,
tidak jauh (jarak atau antaranya): tinggalnya- dr sini; 2 hampir; sudah-malam;
3 behampiran (dengan): rumahnya- rumah saya: 4 akrab; rapat ( tt hubungan
persahabatan, persaudaraan dsb): pertemuan itu hanya dihadiri oleh sahabat-
nya; dia itu masih- saudara – saya; 5 menjelang: ia baru pulang – dinihari; -
dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk, perkataan atau pengakuan yang dapat
dibuktikan dengan kebenarannya; - - tak tercapai jauh tak berantara, pb
menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya; sedangkan
kata yang sudah penambahan morf men- menjadi men.de.kat.kan adalah v
menjadikan dekat (berdekatan); mambawa dsb supaya berhampiran (berdekatan);
mendampingkan: anak itu- mulutnya ketelinga ibunya untuk membisikkan sesuatu;
8.
Penyingkatan
morf-
Kata
ngeliat adanya suatu penyingkatan morf- yang mana kata ngeliat seharusnya
melihat. Kata ngeliat tersebut adalah kata yang tidak baku yang tidak sesuai
dengan Ejaan Yang Tidak disempurnakan. Kata yang bakunya adalah melihat. Selain
itu kata dasar dari melihat yaitu lihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI; 826) adalah li.hat v meelihat;
sedangkan kata melihat yaitu v 1 menggunakan mata untuk memandang;
(memperhatikan): kepala desa – rakyat membersihkan selokan; 2 menonton: nanti
malam kami akan – pertandingan tinju; 3 mengetahui; membuktikan: saya ingin –
sampai dimana kemampuannya; 4 menilik; - gelagatnya, kedatangan mereka
mempunyai maksud yang kurang baik; 5 meramalkan; seorang ahli nujum atau
astrolog dapat – dapat nasib seseorang; 6 menengok; (orang sakit); menjenguk:
kami merencanakan untuk – kakek di rumah sakit;
9.
Penyingkatan
morf- men-
Kata
nolak adalah kata yang tidak baku karena tidak sesuai dengan Ejaan Yang tidak
Disempurnakan. Kata nolak berasal dari kata tolak kemudian mendapatkan prefiks
men- sehingga menjadi menolak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI; 14770)
tolak adalah v sorong;dorong. Sedangkan yang sudah mengalami penambahan
prefiks me- menjadi menolak adalah v 1 mendorong; menyorongkan; mendesak ke
depan (ke samping): ia – temannya sehingga jatuh terjungkal; 2 mencegah (bahaya
dsb); menangkal (penyakit dsb); mengelakkan atau menangkis (serangan dsb); -
hujan; - penyakit cacar, - serangan musuh; 3 tidak menerima (memberi,
meluluskan, mengabulkan); menampik: dia tidak pernah – permintaan anak kesayangannya; 4 tidak membenarkan (pendapat):
guru itu – protes yang diajukan oleh muridnya; 5 mengusir; menghalau: akhirnya
negara itu berhasil – penjajah; 6 mengurangi; memotong: toko itu – harga barang
sebesar 10% selama bulan ini;
10.
Penggunaan
afiks yang tidak tepat
Pada
kalimat “Senang deh, RAN tuh masih sama kayak dulu waktu pertama kali ketemu
sama Aneka Yess”, pada kenyataan sehari-hari saat kita berbicara dengan orang
lain selalu menggunakan kata yang berprefiks ke- contohnya saja pada kalimat
“ketemu” di atas. Pada dasarnya kata ketemu seharusnya diucapkan dengan
“bertemu” yang mana kata dasarnya adalah temu. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia ( KBBI; 1436 ) temu adalah v sua; jumpa: upacara; sedangkan
bertemu adalah v 1 ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di; batu permata
seelok ini tidak akan-di negara ini; 2 beradapan muka; bersemuka; 3.
Mendapatkan atau menemukan (barang yang dicari); 4 berjumpa; bersua;
11.
Penggunaan
afiks yang tidak tepat
Kalimat
“Kebayang kan kita makan di bawah langit jakarta” juga termasuk suatu
yang sering kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari yang mana seharusnya kata
kebayang diucapkan terbayang. Kata terbayang memiliki kata dasar yaitu bayang,
kemudia adanya penambahan prefiks ter- sehingga menjadi terbayang. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI; 152) bayang adalah n 1 ruang yang tidak kena
sinar karena terlindung benda; 2 wujud hitam yang tampak dibalik benda yang
kena sinar; 3 gambar pada crmin; air, dsb; 4 rupa (wujud) yang kurang jelas
dalam gelap; sedangkan terbayang yaitu v 1 seakan-akan tampak; 2 tampak
bayang-bayangnya; 3 sudah ada tanda-tandanya ( akan berhasi, dsb ); 4 dapat
diihat; tampak;
12.
Penggantian
morf-
Kata diatas adanya suatu penggantian
morf- dari me- menjadi nge-. Seharusnya kata ngerasa ditulis menjadi merasa.
Kata dasar merasa yaitu rasa yang mana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI;1145) adalah n 1 tanggapan indra terhadap rangsangan saraf spt manis,
pahit, masam, thd indra pengecap, atau panas, dingin, (nyeri thd indra perasa);
2 apa yang dialami oleh badan; -pedih dan nyeri di perut merupakan gejala sakit
lambung; 3 sifat rasa suatu benda; gula-nya manis; 4 tanggapan hati thd
sesuatu; (indra): - sedih, (bimbang, takut); 5 pendapat, ( pertimbangan)
mengenai baik dan buruk, salah atau benar, dll; sedangkan kata merasa adalah v
1 mengalami rangsanga yang mengenai (menyentuh) indra (spt yang dialami lidah,
kulit, atau badan): setelah – pahit, obat itu diludahkannya; 2 mengalami rasa
dihati (batin): -terhina;
makasih atas materinya
BalasHapus